GABAH BASAH DIYAKINI SEBAGAI PEMICU HARGA GABAH DI DEMAK ANJLOK

Jatengtime.Com-Demak-Musim panen padi tahun 2017 ini diyakini oleh pihak petani di Demak, Jawa Tengah sebagai musim panen dengan harga jual gabah terjatuh dengan harga jual 3700/ kg.

Jatuhnya harga gabah kali ini dipicu beberapa faktor, terutama faktor musim penghujan sehingga gabah yang sudah dipanen tidak bisa di jemur agar kondisi gabah menjadi kering yang disebabkan  sekitar 6 hari wilayah Kabupaten Demak diguyur hujan.

Penyebab lain yang tidak kalah penting adalah dikarenakan lahan persawahan terendam banjir dengan sangat terpaksa banyak petani yang memanen padinya dalam kondisi belum siap panan ( padi belum matang ).

Faktor tersebut yang membuat pihak penebas ( pemebeli gabah/ tengkulak ) enggan membeli gabah bahkan dengan membeli dengan sistem ijon ( di tebas ) dengan harga tinggi dengan alasan untuk panan kali ini kuwalitas gabah di nilai kuwalitasnya buruk karena kondisi gabah tidak bisa dijemur, walau kuwantitasnya melimpah.

H.Jafar salah satu penebas, Selasa ( 21/2/2017) menyatakan tidak sanggup membeli gabah musim panen tahun ini dengan harga tinggi dengan alasan kuwalitas gabah buruk karena tidak bisa di jemur. Resiko gabah malah tumbuh di wadah ( wadah/ zak ) atau apabila terpaksa di keringkan dengan mesin oven berakibat banyak beras yang hancur atau jadi menir ketika si selep ( digiling ). Bulog juga gak mau membeli.

“ Terpaksa saya gak sanggup beli gabah dengan harga tinggi. Gabah dari petani memang banyak tapi karena gak bisa menjemur ya resikonya nanti berasnya banyak yang hancur dan jadi menir. Kalau di oven juga gak bisa banyak membantu, ketika di selep juga banyak yang hancur dan jadi menir. Bulog ya gak mau beli. Ya wajar kan…nanti kalau sudah ada panas harga gabah pasti naik koq…” ujar H. Jafar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.