KETUA DPRD DEMAK AJAK SANTRI JADI PELOPOR ANTI INTOLERAN, TERUS JAGA NKRI, PANCASILA DAN UUD 45

Jatengtime.com-Demak-Ketua DPRD Demak H. Fahrudin Bisri Slamet ( FBS ), Plt Kesbangpol dan ulama karismatik KH. Achmad Baedlowi Misbah, Senin (12/6/2023) menggelar acara bersama bertajuk ‘ Pesantren Sebagai Pelopor Anti Intoleran, Kekerasan dan Bullying ’ di Ponpes Putra Putri Al Hidayat Dukuh, Krasak Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Di depan ratusan santri yang mengikuti acara tersebut, KH. Achmad Baedlowi Misbah yang dikenal dengan sebutan ‘ Gus Dlowi ’ yang juga sebagai pengasuh Ponpes Putra Putri Al Hidayat memberikan apresiasi terhadap Pemkab dan Ketua Dewan yang tidak hentinya mengadakan acara yang sangat penting ini.

Acara yang bertajuk ‘ Pesantren Sebagai Pelopor Anti Intoleran, Kekerasan dan Bullying ’ Gus Dlowi juga menegaskan bahwa agenda kegiatan tersebut jangan disalah arti dan penafsiran bahwa santri dibekali politik.

“ Pertama, kami selaku pengasuh ponpes Al Hidayat mengucapkan banyak terima kasih kepada pemkab dan dewan yang tidak hentinya peduli kepada para santri…” kata Gus Dlowi.

“ Acara ini sebenarnya sebuah pelajaran umum yang sangat penting bagi santri untuk menambah wawasan kebangsaan dan cinta tanah air yang memang sebagian dari iman. Jangan malah terus disalah artikan bahwa acara semacam ini adalah politik praktis yang dipaksakan untuk diterima para santri yang sedang belajar agama…” ujarnya.

“ Justru memang semua warga negara harus belajar tentang politik yang baik dan benar. Termasuk para santri agar mereka bisa paham dan bijak dalam bermasyarakat nantinya. Hal kecil yang boleh saya contohkan, bagaimana jika para santri belajar ilmu agama dan ilmu umum jika tinggal dinegara yang tidak aman secara politik, sedang bertikai atau sedang perang…? bandingkan sekarang mereka tinggal di NKRI dengan Pancasila, UUD 45 yang terus makin kuat dan aman. Untuk itulah pendidikan politik sangat penting bagi semua pihak dengan maksut agar Indonesia tetap aman, dan kembali saya ingatkan bahwa cinta tanah air sebagain dari iman iman…” ungkapnya.

“ Kita semua berharap dengan pemahaman politik dalam pesantren para santru senantiasa menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI serta tidak mudah terpengaruh dengan paham radikalisme yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara…” imbuhnya.

Sementara itu FBS dalam sambutanya mendukung peran aktif ulama-ulama Demak seperti Gus Dlowi yang terus menggaungkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.

FBS juga mengajak para santri sebagai generasi muda salah satu pilar bangsa selalu menjaga perilaku mulia menghormati dan menghargai hal-hal yang berbeda dalam pesantren serta adab belajar kepada guru yang mempunyai ilmu jelas, bukan belajar kepada ‘ google ’.

“ Tentunya saya sependapat dengan Gus Dlowi yang memang mempunya ilmu yang baik dan benar. Santri sebagai generasi muda salah satu pilar bangsa selalu menjaga perilaku mulia menghormati dan menghargai hal-hal yang berbeda dalam kehidupan pesantren serta adab belajar kepada guru yang jelas keilmuanya, bukan belajar dengan ‘ mbah google ’…” kata FBS.

“ Akir-akir ini marak dan viral kejadian tidak baik yang mencoreng kebesaran nama pesantren. Ditemukan paham intoleran yang sangat berbahaya dalam pesantren. Ada aksi kekerasan dan ‘ bullying ’ berlebihan. Itu semua harus diperangi bersama antara pemerintah, masyarakat termasuk pengasuh pondok pesantren agar santri tidak salah jalan…” ujarnya.

“ Peran aktif santri cinta tanah air adalah sebagian dari iman seperti yang tadi disampaikan Gus Dlowi adalah benar. Santri adalah salah satu pilar penjaga Pancasila dan NKRI seperti dulu jaman penjajahan, Indonesia merdeka salah satunya berkat do’a dan perjuangan para santri…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.