SEKDA DEMAK DAN ISTRI BAGIKAN MAINAN PLASTIK RAMAH ANAK, PERANGKAT SHOLAT DAN 1 SET ALAT MUSIK REBANA UNTUK ANAK-ANAK TIMBULSLOKO

Jatengtime.com-Demak-Sekda (Sekretaris Daerah) Demak Akhmad Sugiharto, ST.MT dan istri (Nur Aeni, Spd), Selasa (30/1/2024) pukul 17.30 WIB membagikan mainan plastik ramah anak produk CV JSP, perangkat alat sholat dan 1 set alat musik Rebana (Terbangan) untuk anak-anak Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko.

Hadiah dari Sekda ini ternyata sudah dinanti ‘Anak-anak nelayan tangguh’ sejak pukul 16.00 WIB di dermaga depan masjid. Hadiah dari Sekda Demak dibawa dengan menggunakan perahu.

Mereka diberitahu orang tuanya bahwa, ‘Pak Gik’ (nama Sekda yang dikenal warga dan anak-anak) akan datang membawa hadiah. Namun karena kesibukan Sekda dan cuaca hujan, maka kedatanganya terhambat beberapa jam.

Suwarno (55) salah seorang nelayan (yang daerahnya tinggal 2 RT berpenghuni 120 KK yang selama 10 tahunan ini hidup menyatu dengan genangan air rob) menjelaskan bahwa anak-anak dan sebagian warga tidak tahu bahwa sosok pria yang selama ini akrab dipanggil ‘Pak Gik’ ini adalah Sekda Demak.

“ Anak-anak ini tidak tahu bahwa sosok ‘Pak Gik’ yang selama ini mereka kanal adalah Sekda Demak. Sejak siang pulang sekolah mereka dapat kabar bahwa ‘Pak Gik’ akan datang bawa hadiah…” kata Suwarno.

Sosok ‘Pak Gik’ dikenal tanpa pemberitahuan sering datang ke Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko menemui warga untuk sekedar diskusi terkait keadaan masyarakat.

“ Pak Gik itu sering kesini, ujug-ujug (Tiba-tiba) tidak ada pemberitahuan datang. Beliau sangat akrab dengan kami, terutama anak-anak. Terakir kalau gak salah anak-anak koq malah minta dibelikan alat musik rebana. Ya mungkin karena anak-anak menganggap beliau peduli dengan anak-anak disini. Tak tahunya sore ini beliau dan ibu datang bawa permintaan anak-anak…” ungkapnya.

Suwarno menambahkan bahwa sosok ‘Pak Gik’ adalah salah satu penyemangat hidup warga Timbulsloko agar tidak pasrah dengan keadaan. Warga menjadi yakin bahwa dalam keadaan apapun, pemerintah selalu ada mendampingi.

Nomer telpon ‘Pak Gik’ dapat dihubungi 24 jam, bahkan warga juga sering berkunjung ke rumah pribadinya.

“ Pak Gik adalah sosok penyemangat kami. Dari beliaulah kami belajar untuk menyatu dengan alam, tidak mudah mengeluh bahkan protes dengan keadaan kami yang selama ini dikepung rob. Beliau dan beberapa pejabat lainya adalah salah satu bukti bahwa selama ini dalam keadaan apapun pemerintah ada mendampingi kami. Jadi tidak benar bahwa pemerintah Demak abai atau tutup mata dengan keadaan kami…! ” bebernya.

“ Mulai pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten selama ini banyak membimbing kami, membantu kami baik secara moril maupun materiil. Jika (Pak Gik) misalnya dikatakan salah satu wakil pemerintah yang abai atau tutup mata dengan keadaan kami, gak bakalan Pak Gik sudi mengangkat telepon dari kami dijam-jam istirahat beliau. Kami yang hanya nelayan juga sering sowan kerumah beliau, diterima dengan baik. Diskusinya sangat akrab, tidak terkesan ada perbedaan antara warga dan pejabat…” tegasnya.

“ Dengan adanya perhatian kepada kami selama ini, saya mewakili warga menegaskan bahwa tidak benar anggapan sebagian pihak bahwa Pemkab Demak abai atau tutup mata dengan keadaan kami yang dikepung air rob. Berkat kerjasama dengan pemerintah, kami mulai  berhasil hidup berkawan dengan alam. Dan mohon jangan keadaan kami di putar-balikan hanya untuk kepentingan pribadi. Kami sudah tahu semuanya…!” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.