SEKDA (JUGA MENJABAT KETUA PPBI) DEMAK : TARGET 50 BONSAI DARI KOTA WALI IKUT PAMLOK KUDUS TERLAMPAUI

Jatengtime.com-Demak-Sekda (yang juga menjabat ketua PPBI-Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Demak, Akhmad Sugiharto, ST.MT, Jum’at (24/5/2024) menyatakan target 50 bonsai dari Kota Wali yang ikut Pamlok Kudus terlampaui.

“ Alhamdulillah target saya, Demak bisa mengirim 50 bonsai ke Pamlok Kudus terlapaui. Laporan anggota sampai tadi malam pendaftaran terakir jumlahnya malah lebih…” kata Sugiharto.

Sekda yang sudah mengenal bonsai sejak kuliah di Malang menuturkan bahwa geliat pameran bonsai baik lokal (Pamlok) maupun pameran tingkat naional (Pamnas) seluruh Indonesia memang terhenti sejak ada gelar Pilpres 2024.

Sekda Demak sedang merawat bonsai

“ Tentunya kita, para pecinta bonsai dan seluruh jajaran pengurus PPBI menghormati tahapan Pilpres kemarin semua kegiatan pameran berhenti. Walaupun diakui atau tidak berpengaruh dengan perputaran ekonomi kreatif dari dunia bonsai…” ujarnya.

“ Apalagi Demak malah mengalami bencana banjir besar 2 kali dalam kurun waktu tepat 40 hari. Banjir besar ini juga mengakibatkan bonsai-bonsa milik anggota banyak yang mati. Tentunya kerugianya tidak sedikit, namun demikian semangat kami dibidang ekonomi kreatif dalam dunia bonsai tidak luntur. Kami tetap bangkit karena dari bonsai banyak yang merasakan hasil nyata baik membantu penghijauan hingga rupiah untuk menambah pemasukan ekonomi keluarga…” ungkapnya.

Sekda Sugiharto yang sudah malang melintang di event-event pameran bonsai hingga ke Pulau Dewata ini menegaskan dalam era kepemimpinanya dalam PPBI memang berbeda. PPBI Cabang Demak tidak ada nama ‘Ranting’, namun diganti nama-nama ‘Komunitas’ untuk menghormati Komunitas yang tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan-kecamatan di Kabupaten Demak.

“ Iya betul, memang sengaja saya tidak memakai nama ranting yang identik dengan tingkat kecamatan. Saya lebih suka nama komunitas yang ada dan ternyata tersebar tidak hanya tingkat kecamatan, tapi juga tingkat desa tetap dipakai. Itu belum termasuk penggemar bonsai pribadi yang tidak ikut komunitas lho. Ada juga WhatApp grup yang memudahkan kami semua dalam berkomunikasi antara pebonsai Demak…” tegasnya.

“ Tentunya atas nama pemkab, kami bangga atas kinerja PPBI yang selama ini terus membawa nama nama baik Kabupaten Demak dikancah dunia bonsai baik lokal maupun nasional dengan prestasi yang menggembirakan. Termasuk telah berhasil membuat event Pamnas yang di buka Bupati Demak, dr.Eistianah,SE beberapa waktu lalu di Wisma Halim. Kita yang tergolong anggota baru di PPBI berani mengajukan diri untuk menjadi kabupaten yang lokasi Munas (Musawarah Nasional) PPBI. Walau akirnya panitia memutuskan lokasi Munas PPBI jatuh di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur…” imbuhnya.

Bupati Demak dr.Eistianah,SE dukung penuh perkembangan PPBI Demak.

Bupati Demak, dr. Eistianah, SE saat membuka Pamnas Bonsai Bhumi Wali

“ Satu hal yang patut kita banggakan sebagai ‘Pebonsai Kota Wali’, bahwa bupati Demak dr.Eistianah,SE mendukung penuh perkembangan PPBI Demak sebagai salah satu usaha ekonomi kreatif untuk menambah penghasilan keluarga. Namun perlu juga dijaga kelestarian alam dengan cara memperbanyak membuat bonsai dengan cara budidaya dengan teknik pertanian seperti menyangkok, setek dan lain-lain. Manfaatkan lahan kosong untuk tempat budidaya. Kecuali bantaran sungai lho ya, ingat…banjir bandang kemarin salah satunya disebabkan bantaran sungai yang rapuh…” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.