KEJATI JATENG BERI BANTUAN 600 PAKET SEMBAKO UNTUK KORBAN BANJIR DI DEMAK

Jatengtime.com-Demak-Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jawa Tengah memberikan bantuan 600 paket sembako untuk  korban banjir di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Bantuan 600 paket sembako tersebut diserahkan simbolis oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah I Made Suarnawan, Rabu (27/3/2024) di Masjid Al Busyro disaksikan oleh Wakil Bupati Demak Ali Makhsun.

Made menuturkan bantuan sembako dari Kejat Jateng sebagai bukti kepedulian dan keprihatinan atas bencana yang menimpa warga Kedunganteng, khususnya warga seluruh Kabupaten Demak.

“ Bantuan sembako dari kami ini sebagai bentuk rasa kepedulian dan keprihatinan kami terhadap warga Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak yang terdampak banjir, yang mungkin masih membutuhkan sejumlah kebutuhan pokok…” kata Made.

Made juga berdoa semoga bencana banjir ini cepat berlalu, dan masyarakat khususnya warga Kabupaten Demak bisa kembali berkumpul bersama keluarga, bangkit kembali apalagi untuk menyambut hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak Ali Makhsun menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi Jateng atas bantuan paket sembako untuk warga yang terdampak bencana banjir hingga 2 kali berturut-turut.

Menurutnya banjir memang mulai surut karena sudah ada upaya penyedotan air genangan banjir dengan puluhan unit mesin pompa. Sementara dilaporkan masih ada 360 warga yang masih mengungsi karena rumahnya tergenang banjir.

“ Langkah selanjunya adalah pasca bencana setelah kering, Pemkab tetap akan terus membantu seperti dibersihkan sampah dan lain sebagainya…” kata Ali.

Wabup juga mengajak warga yang terdampak banjir untuk tetap ikhlas menerima bencana alam ini dan tetap khusuk dalam menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

“ Bencana ini di luar kemampuan kita, barang kali ini merupakan ujian yang harus diterima warga terdampak banjir, sekaligus ujian rasa kepedulian bagi yang tidak terdampak. Sehingga menolong warga terdampak banjir juga termasuk ibadah sosial…” ungkapnya.

“ Dalam beribadah puasa, hal seperti ini juga untuk melatih umat muslim untuk berempati, sehingga kita termotivasi untuk berderma…” pungkasnya.