Bahan Baku Dilarang Ekspor , Produk Rotan Meningkat

Larangan ekspor bahan baku rotan membuat kinerja ekspor produk rotan dan furnitur pada semester I tahun ini meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Aryan Warga dalam di Jakarta, Jumat (31/8), mengatakan ekspor produk rotan Indonesia selama Januari sampai dengan Juli 2012 mencapai US$131 juta, tumbuh 40 persen dibandingkan semester I tahun lalu sebesar US$91 juta.

Peningkatan ekspor rotan membuat kinerja ekspor sampai akhir tahun terus meningkat. “Pemerintah optimistis ekspor rotan sampai akhir tahun ini mencapai US$200 juta. Selama ini, permintaan produk rotan dari luar negeri semakin besar,” katanya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kemenperin Benny Wachyudi mengatakan setelah dilakukan hilirisasi, ekspor produk rotan pada tiga bulan pertama 2012 memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 2011.

Selama tiga bulan pertama 2011, ekspor produk jadi rotan (furnitur dan kerajinan) mencapai US$36,07 juta dan sampai dengan Desember 2011 mencapai US$201,1 juta. Pada tiga bulan pertama 2012 sudah mencapai US$58,2 juta.

Benny menjelaskan sudah ada investor yang berminat menanamkan modalnya di sektor rotan dalam negeri. Sejumlah perusahaan mebel rotan asal Jerman dan Vietnam tertarik berinvestasi di Indonesia yang rencananya juga bertempat di daerah Surabaya dan Cirebon.

“Dengan peningkatan jumlah investor di bidang mebel rotan tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai ekspor mebel rotan dan menambah lapangan kerja di dalam negeri,” katanya. *Ant