Kesenian “Terbang Papat” Kudus Tercatat Sebagai Mahakarya Kebudayaan Dunia

KUDUS – Kesnian “Tabuh Terbang papat terlama se-Indonesia yang berlangsung di Masjid Agung Kudus yang digelar di Kudus, jawa Tengah berhasil mencatatkan diri sebagai yang terlama di Indonesia versi MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai rekor yang ke 5.524.

Bahkan tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional, acara ini berhasil dicatat sebagai Rekor Dunia sebagai Mahakarya Kebudayaan.

Pengumuman tersebut diberikan pada saat acara Visualisasi tradisi Dandangan di alun-alun simpang tujuh Kudus oleh perwakilan dari MURI. Disebutkan juga bahwa selain waktu pelaksanaannya yang melebihi target awal yang semula ditentukan 83 jam, grup peserta yang mengikuti pemecahan rekor ini total mencapai 131 grup yang berasal dari 9 kecamatan, dari semula direncanakan 130 grup.

Menanggapi hal ini, Bupati Kudus, H. Musthofa dalam sambutannya mengatakan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan wujud nyata dari kepedulian bersama terhadap pelestarian kesenian terbang papat yang kini semakin kehilangan peminatnya. “Saya harap, kesenian terbang papat jangan hanya ramai menjelang Ramadhan ini saja, namun kita harus bisa memanfaatkan momen pemecahan rekor ini sebagai momentum untuk menggemakan kembali kesenian ini sampai ke seluruh pelosok Kudus”, katanya. Ditegaskanya juga bahwa sesungguhnya pengakuan yang terpenting adalah dengan upaya pelestarian yang nyata.

“Seperti Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) inilah yang harus kita apresiasi, karena dengan prakarsanya berhasil menyedot perhatian masyarakat untuk kembali menengok terhadap eksistensi kesenian ini”, ujarnya.

Forum Komunikasi Terbang Papat merupakan forum yang terbentuk karena keprihatinan terhadap semakin berkurangnya minat masyarakat, terutama generasi muda terhadap kesenian yang lekat dengan permainan alat musik kemplong, telon, salakan, dan lajer dengan melantunkan Albarzanji ini. (Kontributor Humas Kudus-Erwin)