WEJANGAN BUPATI DEMAK DALAM BAKSOS : SAAT ROB DAN COVID-19 SILAHKAN KERJA, TAPI JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN

Jatengtime.com-Demak-Bupati Demak dan pejabat terkait, Sabtu (13/6/2020) pukul 09.00 WIB mengadakan Bhakti Sosial Pengobatan dan pelayanan KB Gratis serta pembagian ribuan masker kain dibeberapa desa wilayah Kecamatan Sayung yang terdampak air rob.

Acara Bhakti Sosial yang juga termasuk program tanggap darurat Covid-19 terbagi menjadi 2 tim.

Tim 1, Bupati Demak HM. Natsir di dampingi  Asisten 1 Achmad Nur Wahyudi, Kabappeda Suhasbukit, Kadinsos Eko Pringgolaksito, Kabag Kesra Muzazin, Kabag Prokompim Agung Hidayanto, Camat Sayung Sururi beserta Forkopimcam di Poliklinik Kesehatan Desa Timbusloko dan Desa Surodadi, Kecamatan Sayung.

Tim. 2, Sekretaris Daerah dr. Singgih Setyono, M.Kes di dampingi plt Asisten 2 Guvrin Heru Putranto, Kadinpermasdes Daryanto di Desa Sriwulan dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Warga antusias mendatangi Bhakti Sosial Pengobatan dan pelayanan KB Gratis serta pembagian masker kain yang diadakan oleh pemkab demak di tengah pandemi covid 19 dan bencana rob di desanya masing-masing.

Dalam sambutanya di balai desa Sriwulan Sekretaris Daerah dr. Singgih Setyono menyampaikan pesan dari Bupati HM. Natsir, warga yang terdampak rob sekaligus dalam situasi wabah global covid-19 agar supaya tambah sabar dan tawakal tetap menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat sekitar dengan tetap mentaati protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah agar terhindar atau tidak terjangkit korona.

“ Bapak bupati berpesan, kejadian rob sekaligus wabah global covid-19 ini adalah ujian dari Allah SWT. Semua warga yang terdampak rob sekaligus dalam situasi wabah global covid-19 silahkan bekerja mencari rejeki, tetap sabar dan tawakal tetap menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat sekitar dengan tetap mentaati protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah agar terhindar atau tidak terjangkit korona yang tidak hanya terjadi di Demak, namun terjadi di seluruh dunia…” kata dr.Singgih.

Baik pemerintah pusat, propinsi, pemerintah Kabupaten Demak bahkan pihak swasta lanjut dr.Singgih, jauh sebelum terjadi pandemi global covid-19 telah berupaya maksimal mengatasi rob yang telah mengikis beberapa wilayah pesisir pantai Demak dengan berbagai cara baik reboisasi pantai maupun rencana membuat tanggul laut.

Abrasi air rob ternyata tidak hanya terjadi di kabupaten Demak, namun juga terjadi di beberapa kabupaten yang berada di pesisir utara pulau jawa.

“ Masalah rob di pesisir pantai Demak sudah menjadi program penanganan besama, baik pemerintah pusat, propinsi dan Demak. Bahkan pihak swasta telah ikut peduli bekerjasama ikut membantu baik program reboisasi pantai dengan mangrove dan yang sekarang sedang diupayakan pembuatan tanggul laut. Harapan pemerintah, masalah rob yang ternyata tidak hanya terjadi di Demak, namun juga terjadi di beberapa pesisir utara pulau jawa bisa segera teratasi…” imbuh dr.Singgih.