PRESIDEN JOKOWI LEPAS BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK ROHINGYA

Jatengtime.com-Jakarta-Indonesia Peduli Muslim Rohingnya.

Rohingya adalah kelompok etnis muslim asli yang sejak abad XVI menetap di wilayah Arakan yang saat ini menjadi bagian dari Negara Bagian Rakhine, wilayah Myanmar Barat. Rohingya berasal dari kata ”Rohai atau Roshangee” yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang.

Nasib pilu etnis Rohingnya sudah terjadi sebelum kemerdekaan Myanmar. Etnis muslim Rohingya telah berkali-kali disingkirkan dari wilayahnya sendiri.

Sampai mencapai awal puncaknya muncul gerakan “Rohingya Elimination Group” pada tahun 2012, yang didalangi oleh kelompok ekstremis 969.

Konflik anti etnis Muslim Rohingya telah memakan 200 jiwa di bantai dan 140.000 warga Rohingya lainnya dipaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi yang kondisinya sangat tidak manusiawi.

Sebuah studi kemanusiaan yang di lakukan International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, menegaskan konflik Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir gerakan Genosida (pemusnahan massal kepada suatu etnis dan penghilangan dari sejarah).

Tak ketinggalan, PBB juga menyebut Rohingya sebagai kelompok “etnis paling teraniaya di dunia”.

Beberapa sumber menyatakan, saat ini Muslim Rohingya yang masih berada di Rakhine hidup terisolasi dalam susana sangat mencekam dan ketakutan. Sejak tahun 2013 lalu, ribuan warga melarikan diri ke negara-negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui jalur laut. Para pengungsi Rohingya baik pria, wanita, dan anak-anak terkatung-katung di dalam kapal tanpa kejelasan pasti akan nasib mereka, apakah negara yang mereka tuju akan bersedia menerima atau menolak mereka.

Indonesia adalah salah satu dari beberapa negara yang mau menerima pengungsi Rohingya dan segera mendirikan yayasan kusus yang bernama “Yayasan Aksi Cepat Tanggap” yang  berlokasi di Blang Adoe, Aceh Utara.

Presiden Joko Widodo, Kamis (29/12/2016) di pelabuhan Tanjung Periuk melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya.

Dalam sambutan singkatnya Jokowi mengatakan, bantuan untuk Rohingya sebanyak 10 kontainer yang berisi bebrapa barang pokok seperti mie instan, makanan bayi, gandum dan sarung yang berasal dari sumbangan Pemerintah, masyarakat dan pengusaha yang merupakan bukti kepedulian sesama.

“ Bantuan ini yang diminta dari sana setelah Menteri Luar Negeri RI berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar. Harapan saya bantuan dari Indonesia ini diterima dengan baik sebagai bentuk kepedulian. Serta saya berharap agar segera tercipta kedamaian dan harmoni di Rakhine State…” kata Jokowi.