“BAEDOWI”, “ANAK NAKAL”, “YANG DITUAKAN” YANG MEMBEBASKAN 10 TAWANAN ABU SAYYAF

Jakarta-Drama penyanderaan 14 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia telah tiba di Tanah Air dan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Keberhasilan ini ternyata memicu banyak pihak saling klaim, mengaku berjasa atas pembebasan sandera yang dinilai sangat tidak mungkin tanpa uang tebusan yang diminta Abu Sayyaf.

Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat mengaku Surya Paloh dan Nasdem yang berhasil membebaskan sandera. Di tegaskan dengan ke 10 sandera diangkut dari Philipina ke Base Ops Lanud Halimperdanakusuma itu pada Minggu (1/5/2016) dengan pesawat pribadi milik Surya Paloh dengan tulisan Victory News di ekor pesawat.

Menlu Retno LP Marsudi mengungkapkan, banyak pihak yang terlibat dalam operasi pembebasan. “Upaya ini melibatkan banyak pihak. proses pembebasan sandera ini sangat rumit, Kita buka semua komunikasi setiap hari dengan siapa saja yang punya peran, Dan Presiden menyatakan berterima kasih kepada semua pihak.” kata Retno di Istana Bogor, Jl Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5/2016).

Yang paling menarik justru pengakuan ada Baedowi, Anak nakal dan Yang Dituakan yang disebut Eddy Mulya selaku Minister Counsellor-Political Affairs KBRI Manila di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (2/5/2016).

Eddy mengatakan “Ini full negosiasi. Kebetulan saya  masuknya cuma di tengah. Ada sahabat saya, Pak Baedowi sama teman-teman yang atur. Kita cuma tindak lanjuti saja…”

Eddy membeberkan proses pembebasan yang dilakukan timnya sekitar seminggu. Ada tim dari Baedowi yang akhirnya melibatkan banyak pihak. Namun Eddy tak menyebutkan siapakah Baedowi ?

Eddy juga menyebut Anak Nakal dan Yang Dituakan dalam upaya pembebasan ini, namun kembali Eddy yak mau menyebut siapa anak nakal dan yang di tuakan…? Apakah Umar patek, atau Abu Bakar Baasyir yang pernah disebut kenal dekat dengan Abu Sayyaf.

“Intinya ini kan ada anak nakal dalam satu keluarga. Disinilah bagaimana kita bisa komunikasi dengan anak nakal itu. Lalu ada yang dituakan, disegani dan dihormati. Nah dari semuanya saya bisa tindak-lanjuti…” imbuhnya.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sutiyoso dengan bijak menegaskan semua pihak bekerjasama dalam membebaskan 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf dan enggan menyebut siapa-siapa saja yang terlibat dalam negosiasi itu. . “Ini kerjaan banyak orang dan ma’af saya tidak bisa buka siapa negosiatornya…” ujar Sutiyoso tegas.

Siapapun yang berjasa paling tidak semua keluarga dari 10 sandera bisa merasa lega. 10 sandera yang di bebaskan Abu Sayyaf adalah :

  1. Peter Tonsen Barahama. Batu Aji, Batam.
  2.  Alvian Elvis Peti. Priok Jakarta Utara.
  3.  Bayu Oktavianto. Delanggu Klaten.
  4. Julian Philip. Tondang Utara, Minahasa.
  5.  Mahmud. Banjarmasin Kalimantan Selatan.
  6.  Surian Syah. Kendari Sulawesi Tenggara.
  7. Surianto. Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
  8. Wawan Saputra. Malili Palopo.
  9. Rinaldi. Makassar.
  10. Wendi Raknadian. Padang Sumatera Barat.         (jt-jakarta)