MUI : TIDAK PERNAH HARAMKAN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL, TAPI AKTIFITAS DUKUNGANYA

Headline, Nasional, Sosial1737 Dilihat

Jatengtime.com-Jakarta-MUI (Majelis Ulama Indonesia) tidak pernah mengharamkan dan boikot produk-produk Israel dan afiliasinya (seperti yang beredar di media sosial baru-baru ini) tapi yang diharamkan aktivitas dukungannya.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda keterangan tertulis, Rabu (15/11/2023) terkait beredarnya daftar produk-produk Israel dan afiliasinya yang diharamkan dan diboikot di internet.

“ Jadi, MUI tidak berkompeten untuk merilis produk Israel, atau yang terafiliasi ke Israel. Dan yang kita haramkan bukan produknya, tapi aktivitas dukungannya…” kata Huda.

MUI juga tidak berhak untuk mencabut produk-produk Israel yang sudah bersertifikasi halal.

“ Jadi, misalnya produk-produk itu sudah bersertifikat halal, maka kita tidak berhak untuk mencabutnya. Karena aturan sistem sertifikasi halal itu sudah melibatkan banyak pihak, jadi, kita tidak pernah merilis daftar produk tersebut…” ujarnya.

Huda menambahkan MUI sama sekali belum mengetahui apakah produk-produk yang beredar di internet itu memang benar-benar produk Israel dan afiliasinya atau tidak.

“ Yang jelas, MUI sama sekali tidak pernah merilis daftar produk itu…” imbuhnya.

Menurut Huda, yang membuat daftar produk itu adalah pihak lain dan sama sekali bukan dari MUI.

“ Itu (mengharamkan dan boikot produk Israel) dari pihak lain ya, bukan MUI. Kami tidak merilis…” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif  Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati memaparkan, produk makanan dan minuman yang sudah bersertifikat halal tidak haram untuk dikonsumsi.

Perubahan halal menjadi haram terjadi jika ada penggunaan bahan haram atau ada kontaminasi dari fasilitas atau lingkungan yang menyebabkan masuknya bahan haram ke produknya.

Analisa dari Badan Pusat Statistik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS pada Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan belum bisa memberikan jawaban pasti terkait dampak seruan boikot produk Israel terhadap impor ke Indonesia karena butuh kajian lebih lanjut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS pada Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan belum bisa memberikan jawaban pasti terkait dampak seruan boikot produk Israel terhadap impor ke Indonesia karena butuh kajian lebih lanjut.

Kalaupun seruan boikot itu akan memberikan pengaruh, maka butuh waktu untuk melihat dampaknya ada atau tidak baru akan terlihat pada rilis BPS mengenai kinerja ekspor-impor RI bulan depan.

“ Pada saat kami merilis ekspor-impor di bulan berikutnya, apakah ada perubahan atau tidak ini mungkin menjadi salah satu fenomena yang bisa menjawab pertanyaan tersebut…” kata Pudji.

Pudji meyakini gerakan boikot terhadap produk Israel tidak berpengaruh banyak pada kinerja ekspor-impor Indonesia, karena kontribusi ekspor dan impor dari Israel maupun Palestina sangat kecil.

Total ekspor Indonesia ke Palestina sangat kecil sekali, dari Januari sampai Oktober 2023 hanya sebesar 0,0011%. Sementara itu, total ekspor Indonesia le Israel hanya mencapai 0,07% pada periode yang sama.

“ Jadi dapat disimpulkan kondisi politik di kedua negara tersebut tidak signifikan terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia. Juga kondisi politik di Ukraina-Rusia tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja perdagangan internasional di Indonesia dimana komoditas utama impor dari Ukraina adalah serealia…” pungkasnya.

Kronologi aksi boikot.

Sebelumnya, seruan boikot terhadap produk Israel menggema setelah ‘negara zionis itu melakukan agresi terhadap wilayah Gaza, Palestina, sejak pertengahan Oktober’ lalu.

Sedangkan agresi Israel ini merupakan ‘balasan atas serangan yang terlebih dahulu dilancarkan kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu’.

Akibat serangan Israel, diperkirakan banyak memakan korban jiwa sipil di pihak Palestina ini (tentunya juga memakan korban jiwa sipil di pihak Israel akibat serangan kelompok Hamas) membuat sebagian warga dunia melancarkan aksi gerakan ‘Boycott, Divestment, Sanction (BDS) Movement’, terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel ‘sebagai sanksi atas serangan yang diduga melanggar banyak hukum internasional’ tersebut.

Majelis Ulama Indonesia dikabarkan mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 yang berisi tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina, bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib, sedangkan mendukung Israel dan mendukung produk yang mendukung Israel hukumnya haram.

Seperti diketahui, baru-baru ini beredar daftar produk-produk Israel di media sosial, warganet menyimpulkan produk-produk tersebut yang diboikot, meskipun belum ada konfirmasi pasti dari brand-brand tersebut apakah benar-benar pro Israel atau tidak.

Produk-produk tersebut, antara lain :
– Kategori fast food : KFC, Pizza Hut, McDonalds, Burger King, Starbucks dan Subway.
– Kategori sabun, sampo, deterjen : Molto, Rinso, Pepsodent, Close Up, Sensodyne, Oral-B, Pantene, Sunsilk, Lifebuoy, Lux, Vanish, Johnsons, Cif, Fairy, Colgate, Listerine, Head & Shoulder.
– Kategori cokelat dan snack : Magnum, Oreo, Danone, Lays, KitKat, Kraft, Pringles, Biskuat, Twix, Mars, Doritos, Cheetos, Milo, Pringles, Lays, M&Ms dan Cornflakes.
– kategori teh kemasan : Sariwangi, Lipton, Nestea.
– Kategori penyedap : Royco, Knorr dan Maggi.
– Kategori minuman kemasan : Aqua, Vit, Coca Cola, Pepsi, Fanta, Sprite, Nestle, Nescafe, Starbucks, 2 Tang.
– Kategori susu keju, dan sereal : Dancow, Koko Krunch, Nestle, Nesquik, Kraft, Kellogg’s.
– Kategori produk kecantikan : Garnier, L’oreal, Nivea, Ponds, Vaseline, The body shop, Victoria’s Secret, Clean & Clear, Maybelline, Estee Lauder dan Revlon.
– Kategori produk pakaian dan sepatu : Puma, Nike, Adidas, Calvin Klein, Levis, Chanel, Gucci, H&M, GAP, Marks & Spencer, Monster, Boss, Hugo, Timberland, Giorgio Armani, AIA, II, Converse All Star, DKNY, Lancome, Tommy Hilfiger, Champion dan Reebok.
– Kategori deodorant : Rexona dan Dove.
– Kategori hiburan : Disney Pictures, National Geographic, 20 Fox, CNN 12.
– Kategori mal atau supermarket : Carrefour dan 7 eleven 13.