PETUAH GUS DLOWI TERKAIT TAKBIR MURSAL ( TAKBIR KELILING ) AGAR KEMBALI KE SAKRAL MALAM IDUL FITRI

Jatengtime.com-Demak-Pengasuh Ponpes Putra Putri Al Hidayat Dukuh, Krasak Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, KH. Achmad Baedlowi Misbah yang dikenal dengan sebutan “ Gus Dhowi ”, dalam pesan kusus, Kamis (20/4/2023) memberikan petuah terkait pergeseran jiwa, smangat dan perilaku Takbir Mursal yang dari tahun ketahun jauh dari nilai sunah menghidupkan malam Id ( Idul Fitri ).

Takbir Mursal dalam bahasa jawa adalah milangkori atau keliling dusun dan desa usai menjalankan ibadah puasa sebulan penuh sambil mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil agar Allah SWT, menjauhkan segala bala, musibah dan diganti dengan berkah, manfaat, rejeki yang melimpah, bumi yang subur dan negara makmur sentosa.

Sementara sebagian anak-anak, remaja dan pemuda menjalankan Takbir Mursal, namun di tiap surau, langgar, mushola dan masjid tetap mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil yang sering juga disebut malam kemenangan.

“ Namun beberapa tahun terakir, banyak ditemukan nilai sakral Takbir Mursal dikotori dengan berbagai tindakan dan kegiatan yang keluar dari nilai sakral dan kesunahan menghidupkan malam Id ( Idul Fitri )…” kata Gud Dlowi.

Tentu sudah saatnya semua pihak bersatu padu mengajak masyarakat terutama generasi muda agar kembali ke Takbir Mursal yang menjadi salah satu kearifan budaya yang luhur tanpa dikotori dengan perbuatan dan tindakan yang justru merusak kesaklaranya, apalagi malah justru mengganggu ketertiban umum.

“ Tentunya sudah menjadi kewajiban kita semua, ulama, umaro dan seluruh lapisan masyarakat. Dekati dan sentuh mereka, terutama generasi muda dengan senyum. Ajak mereka kembali ke arti dan makna Takbir Mursal yang sebenarnya. Insyaallah semua akan dikabulkan…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.