KYAI MAFIA SHOLAWAT BIANG KEROK TUMPAHKAN AIR MATA DAN CINTA NKRI RIBUAN ANAK JALANAN DI DEMAK

Jatengtime.com-Demak-Hampir tidak ada yang peduli dengan keberadaan anak jalanan atau yang lebih terkenal di juluki anak punk. Keberadaan anak jalanan dinilai banyak kalangan sarat kegiatan meresahkan warga atau bahkan di nilau kriminal.

Namun tidak demikian yang terjadi, Senin malam (8/5/2017-12 Sya’ban 1438 H) ribuan anak jalanan dari berbagai kota sekitar Kabupaten Demak seperti Semarang, Kudus, Jepara, Purwodadi bahkan Solo dengan memakai kaos hitam bertuliskan berbagai kalimat penuh nuansa keagamaan serta berjilbab bagi yang perempuan berbondong-bondong menghadiri pengajian di Desa Betokan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kehadiran mereka yang sempat dikawatirkan beberapa pihak akan berbuat onar ternyata tidak terjadi. Mereka berbaur damai dengan Jama’ah Fathuriyah Fasolisado pimpinan Kyai Muklas serta tamu undangan yang jumlahnya hampir sebanding dengan jumlah anak jalanan membuat lokasi pengajian penuh sesak.

Diperkirakan seluruh pengunjung baik dari Jama’ah Fathuriyah Fasolisado pimpinan Kyai Muklas tamu undangan, warga desa dan anak jalanan berjumlah 5 ribu lebih membuat panitia yang di bantu aparat Polsek Kota, Koramil 1 dan Banser sedikit kerepotan ketika kyai yang ternyata selama ini menaungi mereka tiba di lokasi pengajian.

Kehadiran Kyai karismatik bagi anak jalanan yang biasa dipanggil Kyai Mafia Sholawat atau Gus Ali Gondrong ( Drs. KH. Ali Sodikin ) yang biasa diiringu grup rebana Semut Ireng dan penari Sufi ternyata sudah lama di tunggu-tunggu karena bagi mereka sekumpulan anak-anak remaja yang biasa hidup di jalan dengan pernak pernik ala kelompok Punk Rock dan bertatoo. Mereka bahkan punya komunitas kusus antar sesama anak jalanan di berbagai kota hanya untuk menghadiri pengajian Gus Ali Gondrong.

Isi pengajian Kyai Mafia Sholawat dalam acara Haflah Mujahadah Jama’ah Fathuriyah Fasolisado pimpinan Kyai Muklas dengan tema unik “Wong alim kitab lakune natap-natap, luwih becik wong bodho elo-elo nanging nyah nyoh, akhire cedak nyang Gusti Allah “ ( orang yang alim yang merasa pandai agama jalanya melanggar peraturan, lebih baik orang bodoh tapi baik hati, ahirnya justru akan dekat dengan Allah SWT ) tidak diperkirakan sebagian besar pengunjung akan mengguncang perasaan ribuan anak jalanan yang hadir hingga air mata mereka menetes deras di sela alunan syiar dan puja puji agama Islam.

Dengan gaya kas, Kyai yang sering di cap kyai edan bersama grup rebana Semut ireng dan tari Sufi piawai menggubah syair lagu-lagu kebangsaan dan lagu pop yang sedang hits saat ini dengan syair lagu bernuansa islami. Kyai Mafia Sholawat ini tak lupa membakar semangat ribuan remaja yang biasa di beri vonis biasa mabuk-mabukan dan pil koplo untuk tetap cinta NKRI.

Tak ayal bendera sang Merah Putih juga nampak diantara ribuan pasang tangan anak jalanan yang menengadah mohon ampun dan minta petunjuk kepada Allah SWT.