NHAAA…JOKOWI TEMUKAN BULOG GAK SIAP TAMPUNG PANEN, MESIN RUSAK SUDAH 9 TAHUN

images (53)

Karanganyar– Presiden Joko Widodo inspeksi mendadak ( sidak ) di luar agenda yang dijadwalkan. Dalam perjalanan dari Universitas Sebelas Maret menuju Waduk Gandong Karanganyar, tahu-tahu langsung memasuki Gudang Bulog Triyagan.

Sidak gaya Jokowi ke Gudang Bulog di Triyagan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2016) pukul 10.50 WIB sedikit membuat repot semuanya termasuk Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Alhasil, Jokowi dan menemukan fakta Bulog kurang siap menyerap gabah dari petani dari hasil panen raya yang diperkirakan tinggal dua bulan ke depan.

“Karena ini panen raya, panen besar sehingga stok di Bulog harusnya nanti pada posisi yang bercukupan. Kenapa serapan dari petani yang sudah mulai panen padi banyak tidak bisa terserap dengan baik…” ujar Jokowi.

Jokowi berjalan kaki juga berkeliling melihat kondisi gudang Bulog tersebut ingin mengetahui, mengecek kegiatan yang dilakukan di Gudang Bulog dan menyayangkan beberapa fasilitas Bulog yang tidak bekerja maksimal.

Jokowi menemukan mesin pengering gabah yang memiliki kapasitas besar sehari 80 ton, namun tidak bisa bekerja optimal, beberapa mesin rice-mill yang mengalami kerusakan selama 9 tahun.

“Yang diharapkan petani adalah mereka panen dan semua gabah diserap agar harganya tidak jatuh, tapi disini satu minggu baru dapat 20 ton. Ada apa di lapangan, apakah memang pembeliannya tidak cepat ataukah karena ada sesuatu yang lain, ini yang harus segera di tidak lanjuti…ujar Jokowi

Presiden menegaskan dari beberapa kali inspeksi ke gudang Bulog, ditemukan kondisi serupa. “Sama… kita sudah cek beberapa Dolog. Tidak hanya satu atau dua tempat. Kalau perlu  puterin semuanya gudang Dolog…” imbuh Jokowi tegas.

Presiden juga menemukan adanya ketidak-sinkronan antara kebijakan dengan praktik pembelian gabah di tingkat petani. “Ini yang akan segera kita benahi, agar betul-betul sesuai dengan target. Petani juga senang, nilai tukar petani juga bisa naik, Bulog sebagai pengatur stabilisasi harga gabah juga bisa terlaksana, sehingga stok gabah disini memang harusnya penuh terus….” ungkapnya. (jt/viva-kontributor solo)