Menjelang Puasa, Harga Gula Pasir Naik 20%

Sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional khususnya di Kota Semarang dan Jawa Tengah (Jateng) pada umumnya kini mulai mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga yang cukup signifikan hampir mencapai 20% terjadi pada komoditigula pasir. Dari semula Rp 10.500/kg pada awal bulan Juni lalu, kini mencapai harga Rp 13.000/kg, naik Rp 2.500/kg.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Drs. H. Istajib AS, mengungkapkan kenaikan harga gula pasir yang mencapai hampir 20% disebabkan karena pada musim ini, petani tebu sedang memasuki masa panen, sehingga stok tebu terbatas dan terjadi kelangkaan.

“Berhubung akan memasuki awal bulan puasa, sejumlah perusahaan produsen roti, makanan ringan, minuman, mengalami peningkatan dalam jumlah volume produksi, dan penggunaan gula produksi cukup tinggi.” ungkapnya kepada Jatengtime.com saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan tersebut juga menambahkan, apabila kenaikan harga sembako sudah mencapai kisaran 15% lebih, maka pemerintah khususnya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng harus segera melakukan operasi pasar guna mengoptimalkan harga sembako.

“Perkiraan saya harga gula pasir sekarang masih bisa dijangkau masyarakat, standar saja, tapi pemerintah juga harus turun tangan untuk mengoptimalkan harga karena kenaikan harganya sudah diatas 15%.” tandasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.